Sepak bola Cameroon selalu punya cara untuk bikin jantung berdebar, entah lewat drama di lapangan atau drama di luar lapangan. Setelah kegagalan pahit gagal lolos Piala Dunia 2026, kini semua mata tertuju ke kualifikasi Piala Afrika (CAN) 2027. Dan sejauh ini, Lions Indomptables menunjukkan tanda-tanda bangkit.
Awal yang Meyakinkan di Garoua
Laga pembuka digelar di kandang sendiri, Stadion Roumdé Adjia, Garoua. Lions Indomptables menghadapi Comores dan menang 3-1 untuk matchday pertama kualifikasi CAN 2027. Golnya datang silih berganti dalam rentang waktu singkat. Danny Namaso membuka keunggulan di menit ke-39, lalu kapten Bryan Mbeumo menggandakan skor di menit ke-42, Comores sempat memperkecil ketertinggalan lewat Omari di menit ke-51, sebelum Namaso kembali mencetak gol keduanya di menit ke-81 untuk memastikan kemenangan.
Yang menarik, ini bukan laga biasa buat Mbeumo. Ia dipercaya sebagai kapten pada laga tersebut setelah ditunjuk langsung oleh pelatih David Pagou. Pergantian ban kapten ini jadi sinyal kuat soal arah baru yang mau dibangun sang pelatih asal Pantai Gading itu untuk skuad Lions Indomptables.
Ditahan Congo, Tapi Tetap di Puncak
Laga kedua tak semudah yang pertama. Melawan tim tangguh Congo Brazzaville, Cameroon sempat tertinggal di babak pertama. Cameroon harus bersusah payah membawa pulang satu poin setelah tertinggal di babak pertama, sebelum David Pagou dan anak asuhnya bangkit di babak kedua berkat aksi individu Aboubakar Nagida.
Hasil imbang 1-1 ini sebenarnya biasa saja kalau dilihat sekilas. Tapi kalau dicek posisi klasemen, cerita jadi beda. Dengan hasil seri ini, Lions Indomptables mengumpulkan 4 poin dari dua pertandingan dan tetap bertahan di puncak klasemen grup mereka. Modal cukup aman buat melanjutkan perjalanan di grup yang katanya « terlihat mudah di atas kertas » tapi nyatanya penuh jebakan.
Grup G: Siapa Saja Lawannya?
Buat yang belum ngikutin dari awal, hasil undian membawa Cameroon bergabung di grup yang cukup menarik. Cameroon hadir di Grup G bersama Congo Brazzaville, Comores, dan Namibia. Target jelas, Pagou dan skuadnya harus finis di dua besar grup supaya bisa langsung lolos ke putaran final tanpa harus main babak tambahan.
Buat pecinta sepak bola Afrika yang suka pantau statistik dan peluang pertandingan sebelum nonton, biasanya info soal odds dan jadwal lengkap bisa dicek lewat platform seperti bk8official.com/id/. Bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga bantu ngerti mana laga yang bakal jadi penentu nasib Cameroon di grup ini.
Beban Sejarah yang Harus Dijawab
Cameroon membawa sejarah besar di sepak bola Afrika sebagai juara lima kali, jadi tidak ada ruang untuk langkah yang salah di fase kualifikasi ini. Status favorit itu berat. Apalagi publik masih menyimpan kekecewaan atas kegagalan ke Piala Dunia tahun lalu, jadi tekanan buat tampil beda di CAN 2027 jauh lebih besar dari biasanya.
Turnamen final sendiri rencananya digelar bukan di Afrika Utara atau Afrika Barat seperti biasa, melainkan di kawasan Afrika Timur. CAN 2027 akan berlangsung dari 19 Juni sampai 17 Juli 2027, dan akan diselenggarakan bersama oleh Kenya, Uganda, dan Tanzania, menjadi kali pertama tiga negara Afrika Timur menggelar turnamen ini bersama-sama. Format co-host tiga negara ini bakal jadi ujian logistik tersendiri, bukan cuma buat panitia tapi juga buat tim-tim peserta termasuk Cameroon.
Catatan di Luar Lapangan
Satu hal yang menarik perhatian suporter adalah momentum yang dibawa tim perempuan. Lions Indomptables memulai kampanye kualifikasi CAN 2027 dengan dukungan dari gelar juara kontinental yang baru saja diraih tim nasional putri pada Agustus, yang datang mempersembahkan trofinya langsung di Garoua. Kombinasi dua kabar baik ini, performa tim putra yang stabil dan pencapaian tim putri, lumayan menaikkan mood publik Cameroon yang sempat redup.
Jadwal ke depan masih panjang. Dua laga pertama cuma pembuka cerita. Pertanyaannya sekarang, apakah David Pagou bisa menjaga ritme ini sampai fase kualifikasi kelar, atau justru Cameroon bakal kembali jatuh ke pola lama: start bagus, lalu oleng di tengah jalan seperti yang sering terjadi di kampanye-kampanye sebelumnya.